Sejarah Singkat Kota Madiun, Hingga Tumbuh Kembang Sampai Kini
Kota Madiun (MIN 1) – Senin, 29 Maret 2021, Kabupaten Madiun berdiri pada tanggal 18 Juli 1568 / Jum’at Legi 15 Suro 1487. Jejak sejarah Madiun di masa lalu harus pula dipahami dengan konteks waktu kala itu. Untuk menggambarkan wilayah yang kemudian bernama Madiun, kita dapat merujuk pada sumber data yang tersedia. Ada 3 (tiga) sumber rujukan yang dipakai dalam penelusuran sejarah kabupaten Madiun , masa lalu, yakni dari dongeng rakyat/ falklore, prasasti/dokumen, dan benda-benda purbakala. Pemberian nama Madiun juga tidak lepas dari folklore yang pernah terdengari maupun penelitian berdasarkan data tertulis yang berhubungan dengan perang antara Sutawidjaja atau Panembahan Senopati Ingalaga pendiri Kerajaan Mataram melawan Persekutuan Daerah di bawah Kabupaten Purabaya. Dalam tahun 1590 bertepatan dengan jatuhnya Purabaya muncul nama baru Madiun, yang berlokasi di Desa Kuncen Kotamadya Madiun. Dari segi Etimologi nama Madiun berasal dari kata “Mbedi” yang berarti sendang dan “ayun” memiliki makna perang, digabungkan menjadi “Mbediayun”, selanjutnya “Mbediyun” dan berakhir menjadi “Madiun” yang mempunyai arti perang di sekitar sendang.
Sejarah Madiun tidak lepas dari penemuan prasasti dan benda-benda purbakala. Prasasti ini sangat membantu generasi sekarang untuk menelusuri jejak sejarah masa silam. Sebab dengan ditemukannya prasasti pasti menambah informasi tentang peristiwa maupun tokoh-tokoh masa silam. Prasasti yang ditemukan mencakup Prasasti Meruwak, Prasasti Sendang Kamal, Prasasti Bibrik, dan Prasasti Klagen Serut. Prasasti Mruwak memuat seseorang yang bergelar Sang Rabasra Shali, cikal bakal penguasa daerah Madiun pada awal abad X, Prasasti Sendang Kamal Maospati dibuat atas perintah Prabu Sri Maharaja Teguh Dharmawangsa Anantawikramattunggadewa raja Kerajaan Medang Kahuripan pada abad X, kutipan Undang-Undang Hukum Shiwasana, Prasasti Bibrik dan Klagen serut dibuat atas perintah penguasa Kerajaan Majapahit menjelang keruntuhannya pada abad XVI atau pada akhir abad XV untuk menegaskan Kembali kuasa raja atas daerah Madiun.
Sekarang Kota Madiun berkembang dengan pesat seiring berjalannya waktu, sebagai kota yang dijuluki Kota Perdagangan dan Industri, meski begitu ada banyak hal yang juga dikembangkan seperti tempat pariwisata dan makanan khas Madiun. Jika ada peribahasa yang menyebut bahwa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui maka sepertinya anda bisa datang ke Madiun dengan menemukan banyak tempat wisata di sini. 24 Tempat wisata dapat dikunjungi apabila datang di Kota Madiun, salah satu yang paling terkenal yaitu situs bersejarah Monuman Kresek yang terletak di Kecamatan Wungu. Di Monumen Kresek kita dapat menyaksikan berbagai gambaran pembantaian yang dilakukan PKI, mulai dari monumen hingga relief yang diukir begitu apik. Selain itu ada Bluder Cokro sebagai makanan khas yang wajib dicoba apabila berkunjung di Kota Madiun. (Sa)