Jumat, 06 Agu 2021
  • Mari bersama sama menerapkan 5M guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehat di mulai dari saya.

Sejarah Singkat Kota Madiun, Hingga Tumbuh Kembang Sampai Kini

Kota Madiun (MIN 1) – Senin, 29 Maret 2021, Kabupaten Madiun berdiri pada tanggal 18 Juli 1568 / Jum’at Legi 15 Suro 1487. Jejak sejarah Madiun pada masa lalu harus dipahami dengan konteks waktu kala itu. Untuk menggambarkan wilayah yang kemudian bernama Madiun, kita dapat merujuk pada sumber data yang tersedia. Ada 3 (tiga) sumber rujukan untuk menelusuri sejarah kabupaten Madiun, yaiu 1) dongeng rakyat/folklore, 2) prasasti/dokumen, dan 3) benda-benda purbakala. Pemberian nama Madiun juga tidak lepas dari folklore yang pernah terdengar maupun penelitian yang berhubungan dengan perang antara Sutawidjaja atau Panembahan Senopati Ingalaga pendiri Kerajaan Mataram melawan Persekutuan Daerah di bawah Kabupaten Purabaya. Pada tahun 1590 bertepatan dengan jatuhnya Purabaya muncul nama baru Madiun, yang berlokasi di Desa Kuncen Kotamadya Madiun. Dari segi Etimologi nama Madiun berasal dari kata “Mbedi” yang berarti sendang dan “ayun” memiliki makna perang. Jika digabung menjadi “Mbediayun”. Selanjutnya “Mbediyun” berubah menjadi “Madiun” yang mempunyai arti perang di sekitar sendang.

Sejarah Madiun juga tidak lepas dari penemuan prasasti dan benda-benda purbakala. Prasasti sangat membantu generasi sekarang untuk menelusuri jejak sejarah masa silam dan menambah informasi tentang peristiwa maupun tokoh-tokoh masa silam. Prasasti tersebut mencakup 3 (tiga) Prasasti. Pertama, Prasasti Mruwak memuat seseorang yang bergelar Sang Rabasra Shali, cikal bakal penguasa daerah Madiun pada awal abad X. Kedua, pembuatan prasasti Sendang Kamal Maospati atas perintah Prabu Sri Maharaja Teguh Dharmawangsa Anantawikramattunggadewa, raja Kerajaan Medang Kahuripan pada abad X. Kegita, dalam kutipan Undang-Undang Hukum Shiwasana, pembuatan Prasasti Bibrik dan Klagen serut atas perintah penguasa Kerajaan Majapahit menjelang keruntuhannya pada abad XVI atau pada akhir abad XV untuk menegaskan kembali kuasa raja atas daerah Madiun.
Sekarang Kota Madiun berkembang dengan pesat seiring berjalannya waktu. Sebagai kota yang berjulukkan Kota Perdagangan dan Industri, ada banyak hal yang juga berkembang seperti tempat pariwisata dan makanan khas Madiun. Jika ada peribahasa yang menyebut bahwa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui maka sepertinya anda bisa datang ke Madiun dengan menemukan banyak tempat wisata di sini. Salah satunya yang paling terkenal yaitu situs bersejarah Monumen Kresek yang terletak di Kecamatan Wungu. Monumen dan relief terukir begitu indah. Monumen ini menggambarkan sejarah pembantaian PKI. Selain itu, ada Bluder Cokro sebagai makanan khas yang wajib dicoba apabila berkunjung di Kota Madiun. (Sa)
KELUAR