Jumat, 17 Sep 2021
  • Mari bersama sama menerapkan 5M guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehat di mulai dari saya.

Eljeka Podcast Episode7 Jangan Lengah Tetap Waspada Tatap Muka Akan Nyata

Kota Madiun (MIN 1) – MIN 1 Kota Madiun kembali melakukan live streaming Eljka Podcast Episode ke-7 dengan mengusung tema “Jangan Lengah, Tetap Waspada, Tatap Muka Akan Nyata”. Pada podcast kali ini mendatangkan narasumber yang luar biasa yaitu Ibu AKP Anis Heni Winarsih, S.Psi. Selaku Kasat Binmas Polres Madiun Kota. Dan Ibu Lismawati, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun. Podcast ini tidak lupa disiarkan secara langsung di Fanspage MIN 1 Kota Madiun dan Live Streamin Youtube MIN Demangan.

Acara podcast kali ini dipandu oleh Ibu Idarotunnikmah selaku Host dan Satiti Alif Co-Host. Ibu Anis memaparkan terkait aturan larangan mudik 2021 bahwa Pemerintah telah memutuskan larangan mudik lebaran 2021 bagi masyarakat Indonesia. Keputusan larangan mudik lebaran diambil pemerintah sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19. Aturan ini diberlakukan pada 6-17 Mei 2021. Pemerintah juga memberlakukan aturan tambahan berupa pengetatan perjalanan berlaku mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.

Ketentuan peniadaan mudik dan pengetatan perjalanan tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Contoh dijelaskan bahwa setiap anggota masyarakat dilarang melakukan perjalanan antarkota/kabupaten/provinsi/negara untuk tujuan mudik. Ibu Anis selaku Kasat Binmas Kota Madiun juga mengatakan “Akan ada sanksi atau hukuman bagi masyarakat yang nekat mudik.

Mulai dari sanksi denda sekitar 100-250 ribu dan sanksi sosial berupa membersihkan jalan. Ataupun melakukan penyemprotan di tempat yang telah ditentukan” hal tersebut dilakukan aparat kepolisian untuk menekan melonjaknya angka penyebaran covid-19 di Indonesia.

Bu. Lisma selaku Kepala Dinas Pendidikan juga memberikan penjelasan terkait pendidikan yang mengharuskan merubah sistem karena dilakukan secara daring. Menggunakan RPP Darurat tapi hal tersebut tidak menyurutkan pemerintah untuk tetap mensukseskan pendidikan di indonesia. Dengan cara memberikan bantuan berupa paket data dan bantuan leptop untuk anak yang memang dari segi keluarga belum tercukupi. Beliau juga mengatakan apabila masyarakat patuh akan aturan pemerintah juga akan membantu untuk segera terlaksanakannya PTM (Pertemuan Tatap Muka) di sekolah tetapi juga dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M. Ibu Lisma juga mengungkapkan bahwa untuk mensukseskan pendidikan di Madiun ini bukan hanya didukung dari sarana prasarana saja tetapi metode dan cara pengajaran guru. Pemerintah Kota Madiun juga memberikan kelonggaran untuk pertemuan tatap muka secara outdoor supaya anak tidak merasa jenuh dan memiliki semangat kembali untuk belajar karena sudah hampir selama 1 tahun lamnaya mereka hanya belajar secara virtual (SA).

KELUAR