Jumat, 06 Agu 2021
  • Mari bersama sama menerapkan 5M guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehat di mulai dari saya.

Menuju Pembelajaran di Masa Pandemi, MIN 1 Kota Madiun Getol Mempersiapkan Sistem Pembelajaran E-Learning

Kota Madiun (MIN 1) – Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah di depan mata. Banyak hal dan pengalaman yang terjadi dan menjadi kenangan bagi kita semuanya di tahun ajaran lalu. Pengalaman dari tahun lalulah yang akan menemani kita untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam pembelajaran mendidik peserta didik. Berdasarkan SK Pendis Nomor : 2491 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Madrasah dijelaskan bahwa Pembelajaran dimulai pada hari Senin, 13 Juli 2020. Bapak ibu/guru melakukan pembelajaran daring di rumah.

Menyikapi pernyataan dari surat keputusan tersebut, MIN 1 Kota Madiun telah mempersiapkan beberapa hal untuk melaksanakannya. Bahkan melalui sambutannya di hadapan Bapak Ibu guru, Bapak Kambali selaku Kepala Madrasah memberi motivasi dan arahan mengenai model pembelajaran daring yang akan MIN 1 Kota Madiun lakukan. Sebelumnya pembelajaran daring dengan menggunakan Sistem Moodle. Jadi sebenarnya kita sudah terbiasa dengan sistem pembelajaran daring. Hanya saja implementasinya baru sebatas di kelas unggulan kelas 3-6 dan belum semua guru bisa mengaplikasikannya. Namun karena adanya Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal semester 2 lalu sekitar bulan Maret 2020 hingga saat ini, memaksa kami untuk belajar system pembelajaran daring dengan dua system yaitu Aplikasi Moodle dan Aplikasi E-Learning dari Kemenag. Dalam implementasinya nanti, kelas 1 dan 2 akan menggunakan Aplikasi E-Learning dari Kemenag sementara bagi kelas 3-6 menggunakan Aplikasi Moodle.

Bertepatan pada tanggal 8 Juli 2020, MIN 1 Kota Madiun mengadakan pelatihan internal madrasah. Pelatihan ini membahas implementasi dari aplikasi E-Learning dalam pembelajaran. Sebelumnya telah disiapkan tim E-Learning dari beberapa orang guru yang sangat paham betul dengan aplikasi ini. Biasanya yang namanya pelatihan mendatangkan banyak peserta dan beberapa narasumber. Namun pelatihan yang diadakan ini berbeda, kami melaksanakannya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dari pemerintah. Kita mendesain pelatihan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) jenjang kelas, sehingga peserta tidak berkerumun terlalu banyak dan bapak/ibunguru tetap mengenakan masker. Narasumber juga tidak seperti pelatihan pada umumnya yang mendatangkan dari luar kota. Narasumber kita ini berasal dari madrasah kami sendiri yang sudah begitu paham dengan e-learning. Tim narasumber pelatihan ini diantaranya, Pak Hendro, Pak Afik, Bu Winda, Bu Asfi, Bu Rizka dan beberapa guru lainnya.

Pelatihan berjalan dengan santai namun tetap serius, karena narasumbernya adalah teman sendiri maka tidak ada rasa sungkan atau takut untuk bertanya jika belum paham. Hal inilah yang membuat jalannya pelatihan serasa nyaman. Pelatihan ini selanjutnya akan diadakan sampai hari Sabtu, 11 Juli dengan desain yang sama yaitu tingkat KKG. Dengan pembelajaran berkelanjutan ini diharapkan bapak/ibu guru dengan cepat memahami aplikasi e-learning, sehingga saat tahun ajaran baru tiba dan pembelajaran daring dimulai madrasah tidak kelabakan.

 

Bapak kepala madrasah menyampaikan, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka beliau berharap bapak/ibu guru untuk belajar  e-learning ini. Selanjutnya beliau berpesan kepada bapak/ibu guru agar menyampaikan kebijakan ini kepada orang tua walimurid. Hal ini dilakukan untuk mengharap dukungan dan memahami kondisi pandemi yang masih terjadi. Pembelajaran daring pasti membutuhkan banyak dukungan utamanya dari orang tua dalam menyediakan perangkat gadget untuk putra/putrinya. Diharapkan orang tua walimurid juga mendampingi dan mengawasi penggunakan perangkat oleh putra/putrinya di rumah saat pembelajaran daring di rumah. (SW)

KELUAR